Lumajang, 13 Juni 1997. Itu adalah
tempat dan tanggal lahirku. Tenang aja, itu sesuai sama ktm, sim, dan ktpku kok
jadi gak usah khawatir dibohongin ya. Ada yang pernah tahu kabupaten Lumajang
gak? Gak deh kayaknya. Ya udah aku jelasin.
Kabupaten Lumajang (bukan kota ya) itu
terletak di provinsi Jawa Timur. Diapit oleh 2 kota yaitu Jember dan
Probolinggo. Nah, meskipun diapit Lumajang kadang cuma terlewati aja. Makanya
banyak yang gak tahu. Kok bisa terlewati sih?
Jadi gini, pusatnya Lumajang itu
adanya di Kabupaten Lumajang yang kalo mau ke Jember atau ke Probolinggo itu
gak terlewati malah cuma lewat kecamatan-kecamatannya dan gak lewat jalan utama
karena terminal busnya itu juga gak ngelewati jalan utama sehingga gak terasa kalo udah sampe Lumajang
(miris banget :().
Lumajang
memang kecil, tapi kecil-kecil gitu Lumajang udah beberapa kali mendapat
adipura lho. Emang apa sih adipura itu? Adipura itu semacam penghargaan karena
suatu kota/kabupaten itu sangat bersih dan asri. Ya, sebelas dua belas sama
kita di sekolah kalo ada lomba kelas terbersih terus nanti kelas paling bersih
dapet hadiah. Kalo gak percaya, bisa lihat sendiri kok. Jadi kalo dari Terminal
Minak Koncar atau Terminal Lumajang langsung aja lurus terus deh, gak perlu
belok-belok terus nanti sampe perempatan yang mau ke alun-alun itu ada
adipuranya. Ada di tengah-tengah gitu tuh. Tapi nanti jangan berhenti di tengah
juga ya, jadi malah ditilang nantinya.
Lumajang
juga punya buah khas lho. Kalau Malang kan terkenal sama apelnya nah Lumajang
itu terkenal dengan buah pisangnya. Pisang emang banyak tumbuh di Lumajang. Tapi, pisang yang
jadi ikon Lumajang itu pisang agung. Apa sih yang bikin pisang agung ini begitu
dikenal? Ukuran pisang agung lebih besar dibandingkan dengan pisang yang lain,
makanya dinamakan agung yang artinya besar. Ukuran pisang agung ini juga
disebabkan oleh udara sejuk Lumajang dan tanah berpasir yang dihasilkan oleh Gunung
Semeru. Makanya, orang Lumajang kalau ke daerah lain biasanya bawanya ya pisang.
Obyek
wisata di Lumajang? Gak kalah banyak dan menarik dengan daerah lain. Ada
pemandian selokambang yang artinya batu mengambang dan berasal dari sumber air
asli. Tapi ya gitu, kalo pagi dingin banget. Ada juga gua tetes di Kec. Pronojiwo. Apa? Gua
tetes? Iya, gua tetes. Jadi air di gua tersebut selalu menetes ke bawah (ya
iyalah, masak netes ke atas -_-). Terus
ada lagi segitiga ranu. Ranu itu kalo dalam bahasa Indonesia artinya danau.
Pasti kalian mikir tentang danau yang nyambung jadi segitiga gitu. Ya gak salah
juga sih sebenernya. Segitiga ranu itu emang terdiri dari tiga danau atau ranu
yang menyambung. Tiga danau itu adalah ranu pakis, ranu klakah, dan ranuyoso.
Budaya
khas Lumajang? Jangan khawatir. Ada tari topeng kaliwungu yang dipengaruhi oleh
Alm. Senemo yang sampai akhir hayatnya selalu berkomitmen mengembangkan dan
melestarikan budaya Lumajang. Gerakan tarian ini menggambarkan perpindahan Arya
Wiraraja (Raja Lamajang) dari Sumenep ke Lamajang (nama Lumajang zaman dahulu).
Gerakan yang tegas khas Madura kemudian juga ada gerakan lembut khas jawa.
Terus
terus, ciri khas masyarakat Lumajang itu apa? Ok ok, sabar. Kalo orang Lumajang
ditanya “lagi apa?” atau “mau ke mana?” biasanya jawabnya gini “gak onok” atau
“gak ada”. Aneh banget kan? Ya tapi itulah orang Lumajang. Hanya Tuhan dan
orang Lumajang yang tahu.
Nah,
itu sedikit cerita tentang tempat kelahiranku yang tercinta. Kalo kalian mau
tahu lebih banyak tentang Lumajang bisa dilihat di www.wisatalumajang.com. Terima kasih
sudah mau membaca :D. Arigato gozaimasu.
DAFTAR PUSTAKA
http://wisatalumajang.com/artikel-166-mengenal-kesenian-khas-lumajang-tari-topeng-kaliwungu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar