.quickedit{display:none;} .Header h1 { height: 0px; visibility: hidden; display: none; } .Header .description { height: 0px; visibility: hidden; display: none; }

Rabu, 24 Juni 2015

LUMAJANG


   Lumajang, 13 Juni 1997. Itu adalah tempat dan tanggal lahirku. Tenang aja, itu sesuai sama ktm, sim, dan ktpku kok jadi gak usah khawatir dibohongin ya. Ada yang pernah tahu kabupaten Lumajang gak? Gak deh kayaknya. Ya udah aku jelasin. 
   Kabupaten Lumajang (bukan kota ya) itu terletak di provinsi Jawa Timur. Diapit oleh 2 kota yaitu Jember dan Probolinggo. Nah, meskipun diapit Lumajang kadang cuma terlewati aja. Makanya banyak yang gak tahu. Kok bisa terlewati sih?


Jadi gini, pusatnya Lumajang itu adanya di Kabupaten Lumajang yang kalo mau ke Jember atau ke Probolinggo itu gak terlewati malah cuma lewat kecamatan-kecamatannya dan gak lewat jalan utama karena terminal busnya itu juga gak ngelewati jalan utama  sehingga gak terasa kalo udah sampe Lumajang (miris banget :().
   Lumajang memang kecil, tapi kecil-kecil gitu Lumajang udah beberapa kali mendapat adipura lho. Emang apa sih adipura itu? Adipura itu semacam penghargaan karena suatu kota/kabupaten itu sangat bersih dan asri. Ya, sebelas dua belas sama kita di sekolah kalo ada lomba kelas terbersih terus nanti kelas paling bersih dapet hadiah. Kalo gak percaya, bisa lihat sendiri kok. Jadi kalo dari Terminal Minak Koncar atau Terminal Lumajang langsung aja lurus terus deh, gak perlu belok-belok terus nanti sampe perempatan yang mau ke alun-alun itu ada adipuranya. Ada di tengah-tengah gitu tuh. Tapi nanti jangan berhenti di tengah juga ya, jadi malah ditilang nantinya.
   Lumajang juga punya buah khas lho. Kalau Malang kan terkenal sama apelnya nah Lumajang itu terkenal dengan buah pisangnya. Pisang emang  banyak tumbuh di Lumajang. Tapi, pisang yang jadi ikon Lumajang itu pisang agung. Apa sih yang bikin pisang agung ini begitu dikenal? Ukuran pisang agung lebih besar dibandingkan dengan pisang yang lain, makanya dinamakan agung yang artinya besar. Ukuran pisang agung ini juga disebabkan oleh udara sejuk Lumajang dan tanah berpasir yang dihasilkan oleh Gunung Semeru. Makanya, orang Lumajang kalau ke daerah lain biasanya bawanya ya pisang. 
   Obyek wisata di Lumajang? Gak kalah banyak dan menarik dengan daerah lain. Ada pemandian selokambang yang artinya batu mengambang dan berasal dari sumber air asli. Tapi ya gitu, kalo pagi dingin banget.  Ada juga gua tetes di Kec. Pronojiwo. Apa? Gua tetes? Iya, gua tetes. Jadi air di gua tersebut selalu menetes ke bawah (ya iyalah, masak netes ke atas  -_-). Terus ada lagi segitiga ranu. Ranu itu kalo dalam bahasa Indonesia artinya danau. Pasti kalian mikir tentang danau yang nyambung jadi segitiga gitu. Ya gak salah juga sih sebenernya. Segitiga ranu itu emang terdiri dari tiga danau atau ranu yang menyambung. Tiga danau itu adalah ranu pakis, ranu klakah, dan ranuyoso.
    Budaya khas Lumajang? Jangan khawatir. Ada tari topeng kaliwungu yang dipengaruhi oleh Alm. Senemo yang sampai akhir hayatnya selalu berkomitmen mengembangkan dan melestarikan budaya Lumajang. Gerakan tarian ini menggambarkan perpindahan Arya Wiraraja (Raja Lamajang) dari Sumenep ke Lamajang (nama Lumajang zaman dahulu). Gerakan yang tegas khas Madura kemudian juga ada gerakan lembut khas jawa.
   Terus terus, ciri khas masyarakat Lumajang itu apa? Ok ok, sabar. Kalo orang Lumajang ditanya “lagi apa?” atau “mau ke mana?” biasanya jawabnya gini “gak onok” atau “gak ada”. Aneh banget kan? Ya tapi itulah orang Lumajang. Hanya Tuhan dan orang Lumajang yang tahu.
    Nah, itu sedikit cerita tentang tempat kelahiranku yang tercinta. Kalo kalian mau tahu lebih banyak tentang Lumajang bisa dilihat di www.wisatalumajang.com. Terima kasih sudah mau membaca :D. Arigato gozaimasu.

DAFTAR PUSTAKA 
http://wisatalumajang.com/artikel-166-mengenal-kesenian-khas-lumajang-tari-topeng-kaliwungu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar