Akuntansi, apa sih yang kalian pikirin kalau
mendengar kata akuntansi? Ngitung uang dong pastinya. Tapi mirisnya, ngitung
uang tapi gak pernah ada uangnya. Nah lho… berhubung aku anak ips kan ada tuh
pelajaran akuntansi jadi ya kadang ngitung uang sampai milyaran tapi cuma bisa
nulis aja. Ya, gak apa-apa lah kan jadi hafal semilyar itu nolnya 6 satu
trilyun nolnya 9. Eh, salah ya. Ya udah deh.
Seperti yang sudah aku ceritain di profil,
aku ngambil jurusan akuntansi. Kenapa? Ya gak apa-apa sih, iseng aja. Gak gak
bohong kok. Emang keinginan sendiri dan keinginan lovely mom. Ya tau sendiri
lah kalau ada restu mak pasti jadi lebih sip kan. Ya pokoknya gitu deh.
Nah, kita kan juga sudah banyak
mendengar kata akuntansi tapi masih belum tahu sejarahnya. Aku kasih tau nih
jadi awalnya, akuntansi itu dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double
entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Akuntansi terdokumentasi dalam suatu bab pada buku
Luca Pacioli (1445 – 1517) yang diterbitkan pada tahun 1494 yang
berjudul “Summa de Arithmetika, Geometria, Proportioni et Proportionalita” yang dalam bahasa inggris berjudul “The Collected Knowledge of Arithmetic, Geometry, Proportions and Proportionality”
(Weis and Tinius, 1991). Tapi ternyata, buku tersebut sudah pernah dipublikasikan oleh John Gough pada tahun 1543. Nah lho? Tapi ada juga buku ringkas yang memuat tentang instruksi akuntansi tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang berkata, “I am
but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in
London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth
by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise,
then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko
Lane.” John Mellis sendiri merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia
jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double
entry) adalah “after the forme of Venice”. Dan pada awal abad ke 18, Direktur South Sea Company melakukan penyelidikan
pada perdagangan bursa perusahaan tersebut dengan menggunakan jasa dari
akuntan yang berpusat di London. Kemudian, Inggris juga sudah mempunyai Chartered Accountant di abad ke 19. Pusing gak? Gak dong ya, kan enak sambil belajar sejarah juga.
Kan udah tau sejarah akuntansi nih. Bagi kalian yang kepo kepengen tahu kenapa aku milih jurusan akuntansi ini nih aku kasih tau keunggulanya. Jadi, kenapa sih aku milih akuntansi? Kalau
menurut guru matematika, matematika itu selalu digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Nah, kata guru akuntansi, akuntansi itu juga penting untuk
kehidupan. Soalnya kalo pengeluaran dan pemasukan lebih banyak pengeluaran kan
gak baik. Seperti kata pepatah besar pasak daripada tiang. Nanti hidup malah
jadi tambah sulit, hidup aja udah sulit kok masih mau ditambah lagi. Gak enak
dong. Dengan akuntansi ini, ibu rumah tangga jadi lebih bisa memanage
pengeluaran dan pemasukan rumah tangga dengan lebih baik gak cuma dikira-kira
aja. Direktur perusahaan juga bisa memantau laba dan rugi sehingga dapat menjadikan
perusahaannya lebih berkembang. Perusahaan juga bisa mendapatkan investasi jika
menunjukkan akuntansi perusahannya, karena investor juga akan mempertimbangkan
pantas tidaknya suatu perusahaan mendapatkan investasi dengan melihat laba dan
ruginya. Jika perusahaan itu banyak ruginya, ya pasti mereka juga banyak yang
gak mau kan. Dan lain sebagainya, pokoknya banyak banget. Tapi yang pasti
akuntansi selalu dibutuhkan dalam lingkup kecil maupun lingkup yang besar. Kalau akuntansi selalu dibutuhkan berarti akuntan juga dong.
daftar pustaka :
http://ilmubisnis.co.id/sejarah-perkembangan-akuntansi-di-dunia/
daftar pustaka :
http://ilmubisnis.co.id/sejarah-perkembangan-akuntansi-di-dunia/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar