.quickedit{display:none;} .Header h1 { height: 0px; visibility: hidden; display: none; } .Header .description { height: 0px; visibility: hidden; display: none; }

Rabu, 24 Juni 2015

AKUNTANSI (jurusan tung-ngitung)



  Akuntansi, apa sih yang kalian pikirin kalau mendengar kata akuntansi? Ngitung uang dong pastinya. Tapi mirisnya, ngitung uang tapi gak pernah ada uangnya. Nah lho… berhubung aku anak ips kan ada tuh pelajaran akuntansi jadi ya kadang ngitung uang sampai milyaran tapi cuma bisa nulis aja. Ya, gak apa-apa lah kan jadi hafal semilyar itu nolnya 6 satu trilyun nolnya 9. Eh, salah ya. Ya udah deh.
  Seperti yang sudah aku ceritain di profil, aku ngambil jurusan akuntansi. Kenapa? Ya gak apa-apa sih, iseng aja. Gak gak bohong kok. Emang keinginan sendiri dan keinginan lovely mom. Ya tau sendiri lah kalau ada restu mak pasti jadi lebih sip kan. Ya pokoknya gitu deh.

    Nah, kita kan juga sudah banyak mendengar kata akuntansi tapi masih belum tahu sejarahnya. Aku kasih tau nih jadi awalnya, akuntansi itu dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Akuntansi terdokumentasi dalam suatu bab pada buku Luca Pacioli (1445 – 1517) yang diterbitkan pada tahun 1494 yang berjudul “Summa de Arithmetika, Geometria, Proportioni et Proportionalita” yang dalam  bahasa inggris berjudul “The Collected Knowledge  of Arithmetic, Geometry, Proportions and Proportionality”  (Weis and Tinius, 1991). Tapi ternyata, buku tersebut sudah pernah dipublikasikan oleh John Gough pada tahun 1543. Nah lho? Tapi ada juga buku ringkas yang memuat tentang instruksi akuntansi tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang berkata, “I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane.” John Mellis sendiri merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah “after the forme of Venice”. Dan pada awal abad ke 18, Direktur  South Sea Company melakukan penyelidikan pada perdagangan bursa perusahaan tersebut dengan menggunakan jasa dari akuntan yang berpusat di London. Kemudian, Inggris juga sudah mempunyai Chartered Accountant di abad ke 19. Pusing gak? Gak dong ya, kan enak sambil belajar sejarah juga. 
 Kan udah tau sejarah akuntansi nih. Bagi kalian yang kepo kepengen tahu kenapa aku milih jurusan akuntansi ini nih aku kasih tau keunggulanya. Jadi, kenapa sih aku milih akuntansi? Kalau menurut guru matematika, matematika itu selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, kata guru akuntansi, akuntansi itu juga penting untuk kehidupan. Soalnya kalo pengeluaran dan pemasukan lebih banyak pengeluaran kan gak baik. Seperti kata pepatah besar pasak daripada tiang. Nanti hidup malah jadi tambah sulit, hidup aja udah sulit kok masih mau ditambah lagi. Gak enak dong. Dengan akuntansi ini, ibu rumah tangga jadi lebih bisa memanage pengeluaran dan pemasukan rumah tangga dengan lebih baik gak cuma dikira-kira aja. Direktur perusahaan juga bisa memantau laba dan rugi sehingga dapat menjadikan perusahaannya lebih berkembang. Perusahaan juga bisa mendapatkan investasi jika menunjukkan akuntansi perusahannya, karena investor juga akan mempertimbangkan pantas tidaknya suatu perusahaan mendapatkan investasi dengan melihat laba dan ruginya. Jika perusahaan itu banyak ruginya, ya pasti mereka juga banyak yang gak mau kan. Dan lain sebagainya, pokoknya banyak banget. Tapi yang pasti akuntansi selalu dibutuhkan dalam lingkup kecil maupun lingkup yang besar. Kalau akuntansi selalu dibutuhkan berarti akuntan juga dong. 

daftar pustaka :
http://ilmubisnis.co.id/sejarah-perkembangan-akuntansi-di-dunia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar